Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Berbagi Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbagi Hidup. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Juli 2011

Yang Tak Terucapkan

Terkadang banyak kata yang tak mampu diucapkan padahal maksud hati ingin melakukannya,.,
Menggelikan agaknya, padahal kita semua memiliki mulut untuk bersuara,.,
Yang menjadikan sedikit gumpalan di dalam hati, hanya oleh kata yang tak terucapkan,.,
Mudah rasanya mengatakan kita harus saling bicara,.,
Nyatanya banyak hal yang tak mampu kita bicarakan,.,
Banyak hal yang tak dapat kita ungkapkan,.,
Dan banyak hal yang selalu kita pendam,.,
Adakah yang tahu apa yang ingin kau katakan padahal kau sama sekali tiak berbicara, tak berkata & tak bersuara?
Sulit rasanya,.,
Tetapi mengapa sulit? mengapa sulit mengungkapkan bahwa banyak hal yang ingin kau bicarakan tapi kau tak mampu?
Bukankah kita satu?
Kita satu hati bukan?
Kenapa kau tak mampu membaca hatiku?
Mungkin aku juga tak mampu membaca hatimu.,.
Lalu kita harus bagaimana?
Diam dalam keinginan untuk berbicara?
Begitukah?
Mudah untuk menungkapkannya lewat lagu atau tulisan, tapi begtu sulit untuk mengungkapkannya lewat berbicara.,.

Sabtu, 30 Juli 2011

Kisah Tidak Bersuara

Seperti merasa diujung dunia,.,
terhimpit di antara orang-orang yang tertawa,.,
mencoba tertawa meskipun tidak tahu untuk apa,.,
Apa merasa bahagia? Sedangkan di sudut hati merasakan kelabu,.,
Ingin menghindar? Kemana?
Siapa yang mampu mengerti & memahami selain diri sendiri,.,
Menunduk atas segala angin yang menantang,.,
Ingin percaya, tapi pada siapa?
Ingin bercerita, siapa yang akan mendengar?
Kau akan merasa seperti sebuah ilalang diantara kebun mawar yang sedang berbunga indah,.,
mungkin sebuah ilalang dapat menjadi istimewa di satu hari, tapi dapat menjadi seperti sampah di hari yang lainnya,.,
Siapa yang menanggung beban?
Dengan dia yang berkata akan berbagi padamu?
Nyatakah kata-kata itu?
Bagaimana kita deskripsikan semua itu dengan satu kata, sepi,.,
sepi saat kau berusaha memahami orang lain, tapi saat kau berkata, tak ada yang mendengarkanmu, kemudian bagaimana jika kau tak berkata? Tak akan ada yang menyadarimu kah?
Sepi saat kau berusaha menciptakan susana ceria, dan seseorang memandangmu dengan sinis hanya karna kau lupa menutup pintu, adilkah?
Sepi saat kau menunggu seseorang datang padamu dan mengharap ia bernyanyi bersamamu tetapi ia terlambat & datang dengan wajah enggan, kemana hatinya?
Atau sepi itu ketika kau berada di keramaian dengan orang yang spesial bagimu, tetapi kalian berjalan bagaikan pada jalan setapak, berbelakangan, apakah itu spesial?
Dan mungkin sepi itu seperti kau diberikan janji-janji manis dan disaat lain kau dikhianati dengan keegoisannya, itukah cinta?

Antara Pria & Wanita

Terkadang pasti para pria bertanya mengapa sulit sekali menghadapi wanita yang notaben nya adalah pasangannya sendiri. Sebenarnya tidak ada hal yang mudah dalam memahami ap yang ada di dalam pikiran wanita jika saja anda para pria mau bersabar dan sedikit menurunkan tingkat keegoisan anda dalam memahami kami sebagai kaum wanita. Sering saya mendengar kaum anda menganggap kami sebagai kaum yang egois, yang hanya memikirkan diri kami sendiri, yang sulit menerima sesuatu yang kami tidak suka. Sebenarnya hal itu karena kami kaum wanita memang diciptakan lebih sensitif daripada lelaki. Oleh karena itu Tuhan memberikan kepercayaan kepada wanita menjadi ibu, yang mengandung anak, mengasuh dan mengayomi suami. Berbagi sebagian hidupnya untuk mengurus orang lain. Karena hati wanita jauh lebih halus daripada lelaki. Wanita lebih mengutamakan perasaannya terlebih dahulu dalam melihat suatu problema hidup ketimbang kaum lelaki yang lebih memikirkan rasionalitas. Jika ditarik kesimpulan dari sekilas itu, sudah jelas yang dibutuhkan seorang wanita hanyalah sedikit kurangnya ego anda sebagai kaum lelaki dan banyak pemahaman terhadap kami.
Banyak kasus pasangan yang kandas ditengah jalan dengan alasan ketidakcocokan. Menurut hemat saya semua itu tidak benar, karena sebagai pribadi sudah sesuai kodratnya adalah orang yang berbeda. Bahkan dua orang kembarpun akan memiliki pribadi yang berlainan satu sama lain. Ketidakcocokan dalam suatu hubungan bukan menjadi masalah dalam kehidupan berpasangan. Yang harus kita lakukan adalah saling mendukung, kiat tidak dituntun untuk menyesuaikan terhadap pasangan kita karena tidak ada manusia yang sesuai. Sesuai dalam konteks kalimat ini adalah sama, jadi kita tidak perlu menyamakan diri kita dengan pasangan kita. Sebagai seseorang yang mengerti akan kodrat manusia yang dasarnya adalah setiap pribadi yang berbeda, kita harusnya mampu mendukung dan memaham satu sama lain, terlebih seperti yang kita semua ketahui bahwa tidak ada satupun manusi di dunia ini yang sempurna. Sudah seharusnya kita menghargai satu sama lain dengan saling mendukung. Sejak saat itu kita dan pasangan tidak akan terpisahkan.

Kemudian menjadi pasangan banyak hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjaga perasaan kami sebagai kau wanita. Banyak hal sepele yang kaum anda lakukan yang mampu membuat kami sebagai kaum wanita kecewa. Contoh kecilnya saja ketika anda dan pasangan anda berjalan berdua, tapi anda malah sibuk memperhatikan atau sekilas mencuri pandang kearah wanita lain. Umumnya kami sebagai kaum wanita akan merasa sangat tidak dihargai sebagai pasangan. Kemudian anda mengajak seorang wanita berkenalan, sms-an atau menelpon wanita lain yang hanya untuk bersenang-senang, tidak ada hal yang penting, tidak ada satupun pasangan wanita yang nyaman dengan keadaan seperti ini kecuali jika pasangan wanita anda sudah tidak mencintai anda lagi. Kebanyakan kaum wanita adalah kaum yang setia sebab sejak jaman dahulu mereka menganggap suami adalah raja, begitu juga dengan berpasangan, umunya wanita akan lebih hormat kepada pasangan lelakinya. Hingga kelak suatu saat sang lelaki membuat cacat pada hubungan yang mungkin akan sulit untuk dimaafkan. Mungkin kalian kaum pria akan bertanya, bukankah hati kami sebagai kaum wanita halus? kenapa untuk memaafkan begitu saja sulit?
Saya akan menjawabnya sesuai dengan kalimat saya pada paragraf pertama, wanita diciptakan sebagai makhluk yang penuh sensitivitas dalam perasaannya. Sesuatu yang peka, seharusnya dijaga baik-baik supaya tidak ada yang terluka. Jika tidak ada luka, maka tidak ada air mata kesedihan. Tidak ada hitam & putih dalam hdupnya, yang ada merah, kuning, hijau, pink, ungu, biru, walaupun hitam & putih juga termasuk warna. Sebagai pribadi yang memiliki kepekaan yang lebih daripada kaum anda, sudah tentu kami juga akan lebih peka dalam sesuatunya yang kami rasa tidak membuat kami nyaman. Alangkah indahnya jika kita satu sama lain, saya sebagai kaum wanita & anda sebagai kaum pria, kita saling menghargai, mendukung satu sama lain untuk menciptakan suatu dunia yang penuh dengan warna tanpa adanya tangis kesedihan karna tersakiti.

Sekian cerita dari saya. Saya sekedar berbagi dengan anda sebagai teman-teman saya semua.
Semoga kita semua bisa mendapatkan dunia yang penuh warna :))